Memahami Ihram dan Pengetahuan Tentang Miqot

Memahami Ihram dan Pengetahuan Tentang Miqot

Memahami Ihram dan Pengetahuan Tentang Miqot

Memahami Ihram dan Pengetahuan tentang Miqot, adalah penting sebelum kita berangkat melaksanakan Ibadah Umroh maupun Ibadah haji. Ihram adalah merupakan bagian dari Rukun Umroh dan Rukun Haji, yang harus dilakukan  saat kita akan melakukan ibadah Umroh maupun Ibadah haji. Sementara Miqot adalah batas tempat untuk memulai niat Umroh dan Haji sebelum memasuki kota Mekah. Batas yang dimaksudkan adalah Batas antara kota halal dan kota Haram , sesuai yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW.  Jamaah yang akan melaksanakan Ibadah Umroh maupun haji di Mekah,  harus melafalkan niat saat akan memasuki Kota Mekkah atau Kota Haram, ditempat yang dikenal dengan Miqot, sebelum memasuki ke Kota Mekkah.

Pengetahuan tentang Miqot, penting dipahami sebelum kita berangkat mengambil Miqot ditempat yang telah ditentukan oleh Rasulullah, dimana diwajibkan bagi kita untuk Mandi Besar dan Bersuci, untuk membersihkan diri sebelum melaksanakan ibadah Umroh maupun Haji. Mandi besar dan Bersuci ini dapat dilakukan di Hotel saat akan berangkat ambil Miqot, baik itu jamaah yang datang dari arah Medinah menuju Mekkah atau Semua Jamaah yang akan memasuki Kota Mekkah, atau juga Jamaah di Mekkah yang akan melakukan umroh kembali, dimana juga diharuskan untuk ambil Miqot kembali. Untuk calon jamaah yang lansung dari Tanah Air menuju Mekkah, sebaiknya sudah melakukan Mandi besar dan Bersuci sebelum berangkat.

Pengetahuan tentang Miqot perlu dipahami, bahwa Miqot adalah Batas antara kota Mekkah dan kota bukan Mekkah yang merupakan tempat dibolehkannya bersiap dan memasangkan niat untuk melaksanakan ibadah Umroh/Haji sebelum masuk kota Haram. Pengetahuan tentang Miqot, dimana Miqot itu ada 2, yaitu Miqot Zamani dan Miqot Makani. Miqot Zamani berkaitan dengan batas waktu, atau kapan, waktu pada tanggal dan bulan-bulan apa saja hitungan Haji tersebut ? Miqot Zamani didalam Al Quran Surat Albaqarah ayat 189 dan 187 telah menjelaskan tentang bulan sabit sebagai tanda waktu bagi manusia dan Miqot bagi Jamaah haji. Dan pada ayat kedua menerangkan bahwa yang dimaksud dengan bulan-bulan haji adalah Syawal, Dzulkaidah, dan Dzulhijjah. Dan Miqot Makani berhubungan dengan garis batas Geografis, tempat dimulainya lafaz niat untuk melakukan ibadah Umroh dan Haji.

Pengetahuan Tentang Miqot, sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, bahwa Rasulullah sudah menentukan ada 4 tempat Miqot, bagi Calon Jemaah yang akan menunaikan Ibadah Umroh dan Haji, yaitu : Birr Ali (dikenaljuga Zulhulayfah) berada sekita 12 km dari kota Medinah, merupakan tempat miqot bagi orang-orang yang datang dari Medinah. Tempatnya dikenal dengan di Mesjid Birr Ali. Tempat ini biasa digunakan oleh Jamaah Indonesia. Miqot Al-Juhfah, yaitu terletak antara Mekah dan medinah, berjarak 187 km dari kota Mekkah, dan Miqot ini digunakan oleh saudara kita yang datang dari Syam (Suriah), Mesir dan Maroko, atau yang searah dengannya. Setelah hilangya ciri-ciri Aljuhfah ini, miqot ini diganti dengan miqot lainnya yaitu Rabigh , yang berjarak 204 km dari kota Mekah. Miqot Yalamlam, yaitu tempat miqot bagi jamah yang datang dari Yaman, yang berjarak 93 km dari Kota Mekah, biasa digunakan oleh Jamaah yang datang dari selatan Kota Mekkah. Miqot Qamul Manazil atau As-Sail, miqot untuk penduduk Nejed, miqotnya di As-Sail yang dulu  bernama Qamul Manazil, yang terletak 94 km sebelah Timur Kota Mekkah, atau 220 km dari Bandara King abdul Aziz, di Jeddah.

Memahami Ihram dan pengetahuan tentang Miqot

Memahami Ihram, bahwa Ihram, adalah keadaan dimana seseorang sudah niat untuk melaksanakan Haji atau Umroh, bagi kaum muslimin yang hendak menunaikan ibadah Haji dan Umroh di Tanah Suci mekkah, dengan menggunakan pakaian putih yang tidak berjahit, yang dikatakan juga pakaian suci, dan cara memakainya bagi Pria sangat spesifik, karena tidak berjahit, dan dililitkan ke sekeliling tubuh, dan ini pertanda dimulainya ibadah haji atau Umroh dilakukan. Dengan sudah berihram, artinya sudah berniat masuk ke dalam pelaksanaan Rukun ibadah Umroh dan Rukun Haji, sehingga seseorang sudah dilarang melakukan hal-hal tertentu dan amalan tertentu, seperti jima’, menikah, melontarkan ucapan kotor, dan lain sebagainya.

Pakaian Ihrom untuk laki-laki terdiri dari 2 lembar kain tidak berjahit, dimana 1 lembar untuk bagian bawah, dan 1 lembar untuk bagian atas, hingga pudak, dan untuk wanita sudah disyariatkan untuk menggunakan pakaian yang menutup seluruh badan, kecuali wajah dan telapak tangan. Disunnahkan untuk memaki pakaian putih.

Cara Pakaian Ihram, pada Pria : Khusus saat Tawaf Umroh, yaitu menjadikan kain ihram, dibawah ketiak kanan,pada kain yang dibagian kanan tubuh,  dan diatas pundak kiri pada kain yang berada disisi kiri tubuh, dan bagian ihram lain menutup badan sampai atas mata kaki. Dua pundak baru boleh tertutupi kain ihramnya, bila telah selesai thawaf umroh. Seperti saat shalat sunnah Tawaf , Sai , suasanan bebas dll. Kemudian niat Umroh. Niat cukup dalam hati dan bila diucapkan boleh, dan Niat umrah wajibnya di Miqot, yang sudah ditentukan oleh Rasulullah SAW.

Untuk menjadi Pengetahuan tentang Miqot ini bagi kita , bahwa kegiatan Jamaah saat Miqot adalah : Wudhu, mengambil Wudhu, bagi yang batal wudhu selama perjalanan menuju tempat mengambil miqot, dan atau boleh juga memperbaharui wudhu, juga tidak dipermasalahkan. Kemudian Sholat di mesjid tempat ambil Miqot. Saat berada di Mesjid ini, kita bisa mengerjakan sholat fardhu , bila tiba waktu sholat fardhu saat sampai dimesjid Miqot tersebut. Kemudian bisa mengerjakan sholat sunat wudhu, dan kemudian bisa sholat sunat ihram. Dan membaca Niat Umroh.

لبيك اللهم عمرة

Labbaika Allahumma Umrotan.

Biasanya oleh mutawif, sudah dibimbing selama perjalanan  menuju mekkah, untuk kita membaca Niat , dan oleh mutawif biasanya Niat dibimbing untuk baca Niat secara bersama-sama, bisa juga niat sendiri usai Sholat. Kemudian membaca DOa setelah niat Umroh. Dan memperbanyak Talbiah, kita akan dibimbing oleh mutawif , selama perjalanan dengan memperbanyak bacaan talbiah, zikir, doa, dan shalawat.

لبيك اللهم لبيك. لبيك لا شريك لك لبيك. إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك

“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamdu wanni’mata, laka walmulk, laa syariika lak “. ( Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu , aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku menjawab panggilan-mu. Sesungguhnya segala pujian , kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu , tiada sekutu bagi-Mu).

Kemudian dalam perjalanan menuju mekkah setelah ambil miqot, perlu jiuga diperhatikan, agar dapat juga istirahat, untuk mempersiapkan tenara agar kondisi kita Fit saat Umroh nanti. Begitu kita sudah melakukan niat Umroh, maka wajib menyelnggara semua rukun Umroh, dan menghindari semua larangan-larangan yang sudah ditetapkan, bila tidak maka kita dianggap mempunyai hutang dalam pelaksanaanya, jika ada larangan yang dikerjakan, maka kita akan diwajibkan membayar Dam. atau denda. Untuk menjadi pengetahuan kita saja saat ambil Miqot ini, bahwa Jumlah Toilet dan jumlah orang tidak sebanding, sehingga antrian panjang dan lama akan dialami saat di Toilet, oleh karena itu sebaiknya mandi besar dan bersuci sudah dilakukan saat persiapan di Hotel sebelum berangkat ambil Miqot.

Memahami Ihram dan Pengetahuan Tentang Miqot adalah sangat penting dikuasai dan dibaca untuk dipahami, oleh para calon jamaah Haji dan Umroh, agar para calon Jamaah Haji dan Umroh, dapat menyelesaikan semua Rukun Umroh dan Rukun Haji dengan baik, dan mendapatkan manfaat dari pelaksanaan Ibadah Umroh dan Haji, sehingga menjadi Calob Jamaah Haji dan Umroh yang Mabrur…aamiiin.

baca juga : perjalanan ibadah umroh 22 Januari 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk Informasi tentang Komunitas Belajar Bisnis Online bisa hubungi 081316625810 (Medy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!