Pemahaman Revolusi Industri 4.0

Pemahaman Revolusi Industri 4.0

Pemahaman Revolusi Industri 4.0

Pemahaman revolusi industri 4.0 adalah penting diketahui, dalam kepentingan mengambil keputusan  bukan hanya untuk dunia manufaktur, karena revolusi industri gelombang 4, yang disingkat dalam pemakaian istilah dengan Revolusi Industri 4.0 mempunyai dampak luas dalam semua segi kehidupan dengan segala akibatnya yang akan mempengaruhi pertumbuhan masing-masing negara, dan pola kehidupan dalam setiap negara.

Pemahaman Revolusi Industri 4.0,  dimulai dengan adanya kondisi pertumbuhan banyak negara mengalami penurunan sejak revolusi industri ke 3, dan cenderung mengalami perlambatan. Mengapa Pertumbuhan melambat meskipun industri terus berusaha melakukan upaya untuk meningkatkan hasil produksinya ?  Karena industri ternyata menghasilkan hal yang lebih namun hanya bertahan dalam jangka pendek. World Economic Forum 2016, sepakat bahwa revolusi industry 4.0 merupakan solusi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tersebut, suatu negara harus memproduksi  barang dan jasa yang lebih banyak. Selanjutnya untuk menghasilkan barang dan jasa yang banyak dibutuhkan sumber daya manusia yang lebih banyak untuk mendukung, atau lebih banyak modal, agar produktivitas tinggi, dan produktivitas merupakan sumber penggerak dari pada Pertumbuhan.

Dalam Pemahaman Revolusi industry 4.0, secara tidak disadari sebenarnya sedang berlansung dan kita sudah ikut menggunakan atau mengaplikasikannya dalam kehidupan di masyarakat, yaitu  lebih kurang dalam 5 tahun terakhir, dengan massive nya dunia digital dan internet ke dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia saaat ini.

Revolusi Industri 4.0
Pemahaman Revolusi Industri 4.0

Dalam Pemahaman Revolusi Industri 4.0 ini  ada perlunya kita melihat ke belakang bagaimana dan kapan Revolusi Industri terjadi :

Revolusi Industri I, perrtama kali terjadi pasca ditemukannya Mesin uap, sehingga terjadinya perkembangan dan pertumbuhan  yang besar dalam mesin2 industri, di Inggris pada tahun 1764. Revolusi ini berdampak pada sector pertanian dan Manufactur/Industri  terutama industry tekstil dan turunannya.

Revolusi Industri ke 2, adalah diawal abad ke 19, dimana terjadinya perbaikan pada sisi proses, dimana proses dalam skala besar (mass production) dikenal juga berkat inovasi dari Ford. Penemuan pada masa ini lebih kea rah Listrik dan Transportasi, kombinasi cara produksi dan perkembangannya ini berpengaruh pada teknologi terutama untuk industri besi, mesin2, minyak, kimia, kendaraan dan lain-lain.

Revolusi Industri ke 3 dikenal masa Otomasi, pasca perang Dunia, ditandai dengan penggunaan teknologi tinggi otomatis, menggunakan Elektronik dan Teknologi Informasi. Inilah yang berlangsung sampai hari ini. Dimana mesin dan peningkatan kapasitas produksi dan software menjadi pendukung utama, pada proses manufactur.

Revolusi Industri ke 4, yang saat ini dihadapai menjelaskan bahwa mesin dan kapasitas produksi saja, tidak cukup membuat pertumbuhan bagi suatu negara.  Industri hanya mampu bertahan lebih pendek, meski sudah melakukan yang namanya efisiensi, organisasi melakukan realokasi industri, untuk mencari negara dengan upah produksi yang murah, namun, ternyata hal itu hanya berlangsung sementara, karena tidak menimbulkan dampak peningkatan produktivitas dengan cepat. Dalam 50 tahun terakhir tidak banyak yang berubah.  Seiring dengan hal itu, perkembangan teknologi informasi saat ini, software dan pesatnya perkembangan penggunaan Internet, maka oleh Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum), menamakan gelombang perubahan saat ini, dengan Gelombang perubahan yang melibatkan  sejumlah gabungan teknologi perangkat dan software yang menyatukan hal fisik dan digital, yang memiliki dampak luas , jauh lebih besar dibandingkan revolusi industri sebelumnya,  industri, teknologi-teknologi ini diyakini akan mampu meningkatkan produktivitas hingga 30 %.

Gambaran Revolusi Industri
Gambaran Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 ini tidak hanya merupakan pengembangan dari Teknologi sebelumnya, namun bakal mampu  mematikan bisnis konvensional, akibat dunia sudah tersambung dengan dunia Internet dan teknologi informasi. Kita bisa lihat saat ini, Teknologi yang diadopsi oleh transportasi Online, mampu mematikan industri salah satunya jasa transportasi yang ada saat ini, hampir semua taksi tidak bisa menambah armada, atau pertumbuhannya malah minus,  atau malah justru dengan kata lain, mereka habis dan hilang pelan-pelan.

Demikian halnya dalam dunia Produksi dan Penjualan, salah satunya dengan pesatnya perkembangan Internet, banyak Swalayan dan Supermarket yang tutup, karena semua pelanggan belanja tidak lagi perlu datang ke outlet, namun tinggal memanfaatkan gawai yang dimilikinya, mereka bisa memiliki yang diinginkan dalam waktu cepat. Hal ini dikenal juga O2), atau Online to Offline, dimana perusahaan makanan dan produk lainnya,  menyediakan layanan online, untuk pelanggannya, mesipun dalam penyediaan barang dan jasa tersebut, tetap ada kegiatan Offline,  tanpa menghilangkan kegiatan produksi, Rantai produksi pun menjadi pendek, bisnis konvensional tergilas.

Di Amerika ada Amazon, jika di Indonesia ada Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Lazada dan di China ada Alibaba, Aliexpress dll, mereka dengan konsep marketplace, tanpa memiliki alat produksi, dapat menghubungkan pembeli dan penjual dengan lebih cepat dan lebih mudah.

Revolusi industri 4.0 ini akan memberikan efek memperdekat jarak antara produsen dan target marketnya. Yang menjadi penggerak terbesar dari transformasi digital adalah Teknologi Informasi. Teknologi Informasi yang sudah dimanfaatkan dalam semua bidang. Teknologi Informasi ini mampu mengantarkan produsen dengan cepat kepada target market, dan memudahkannya untuk mendapatkan pembiayaan, dan dapat bertumbuh dengan cepat, dengan mengembangkan jangkauan produk tanpa batas, dengan dukungan kecepatan teknologi yang diakses.

Namun bagaimanapun Manusia adalah komponen terpenting  “ Man behind the Gun…, “ jadi pengembangan Sumber Daya manusia sangat penting. Pada zamannya saat ini, Sumber Daya Manusia yang terlibat langsung saat ini adalah Generasi X, yang lahir th 1965 – 1980 , Gen Y (Generasi Millenial) yang lahir antara 1981 – 1994   dan Generasi Z, yang lahir 1995 -2010 yang memang merupakan pelopor Revolusi Industri 4.0 ini,

Jadi dengan mengenali Revolusi Teknologi 4.0 ini, maka setiap orang dan setiap organisasi harus dapat menyesuaikan diri dan cepat mengejar perkembangan teknologi pada revolusi 4.0 yang dihadapi ini, agar dapat bertumbuh dan berkembang menjadi perusahaan-perusahaan yang fleksible, agility, yang mendukung pertumbuhan negara, menjadi negara besar yang maju.

Baca Juga : Sekilas Bisnis Online dan Bisnis Konevensional

Untuk Informasi tentang Komunitas Belajar Bisnis Online bisa hubungi 081316625810 (Medy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!