Memahami Thawaf Umroh dan Sai

Memahami Thawaf Umroh dan Sai

Memahami Thawaf Umroh dan Sai

Dalam memahami thawaf Umroh dan Sai , kita batasi berkaitan dengan Thawaf dalam Umroh saja, karena Thawaf saat Haji lebih luas. untuk memahami Thawaf, kita perlu mengetahui apa yang dimaksudkan dengan Thawaf. Thawaf yaitu rangkaian ibadah Umroh, dengan mengelilingi Ka’bah 7 kali dalam keadaan suci. Dan dalam thawaf, kita berpakaian ihram dengan pundak kanan pria terbuka, dimana ujung kain ihram atasnya dipindahkan ke bawah ketiak kanan, dan diselipkan ujungnya untuk penguatan ke lipatan ihram di belakang telinga kiri, atau belakang kepala.Memahami Thawaf Umroh dan Sai

Pada saat memasuki mesjidil Haram, saat akan Thawaf Umroh dengan mendahulukan kaki kanan sambal membaca doa masuk masjid :

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Allahummaf-tahlil abwaaba rohmatik ( Ya Allah bukakanlah bagiiku pintu-pintu rahmatMu)

Memahami Thawaf Umroh dimulai dari Hajar aswad, dan berakhir di Hajar aswad. Saat  menuju hajar aswad, menghadap ke hajar aswad, sambal membaca “Allahu Akbar atau Bismillah Allahu Akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya, namun bila keadaanya ramai, dan dari kejauhan kita menghadap sambal membaca bacaan “Allahu Akbar atau Bismillah Allahu Akbar” dan tidak mengusapnya tapi dari kejauhan memberi isyarat dengan melambaikan tangan kea rah hajar aswad, tanpa mencium tangan, dan dilakukan 7 kali setiap putaran saat melewati Hajar Aswad.

Memahami Thawaf Umroh dan Sai

Hal-hal yang perlu kita perhatikan saat Thawaf mengingat padatnya dan ramainya yang melaksanakannya, dan tak henti dalam 24 Jam adalah untuk selalu menjaga Hati, dan tetap senyum bila bersenggolan dengan jamaah lainnya ,meski mereka menabrak kita, atau mendorong dan mendesak kita jika ada, usahakan tidak melawan arus, dan tidak berhenti dalam arus perputaran thawaf, dan jamaah yang lanjut usia agar tidak memaksakan diri untuk ikut thawaf di depan kakbah, namun dapat mengikuti di lt 2 dan lt 3, yang memang dikhususkan bagi jamaah yang lanjut uisa atau yag kurang sehat, dan tetap melanjutkan thaf hingga selesai, meski terpisah dari rombongan, dan melakukan sholat sunat 2 rakaat dibelakang Makam Ibrahim, dan jika tertinggal dari rombongan, dapat menunggu rombongan untuk selanjutnya melakukan Sai bersama-sama, atau dapat meneruskan melakukan Sai, hingga selesai, di Bukit Marwa dan diselesaikan dengan melakukan Tahalul di Bukit Marwa, untuk selanjutnya kembali ke Hotel bersama rombongan. Dan biasanya karena ramainya, jamaah, sering terjadi ketinggalan rombongan, dan bila tidak paham, sering tersesat jalan.

Memahami Sai adalah rangkaian ibadah berjalan mengelilingi dari bukit Safa ke Bukit Marwah,7 kali. Dengan cara menghitungnya adalah dari bukit Safa ke Bukit Marwah, terhitung 1 kali, dan dari Bukit Marwah ke Bukit safa dihitung satu kali, (Pulang pergi dihitung sudah melakukan2 kali Sai)  sehingga hitungan putaran ke 7 berakhir di Bukit Marwah. Dengan demikian Sai dimulai di Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwa. Saat ini Bukit safa maupun Bukit Marwa, tidak lagi kelihatan seperti bukit, karena saat ini Bukit Safa dan Bukit Marwa sudah menjadi bagian dari  komplek Mesjidil haram.

Memahami Thawaf Umroh dan Sai, adalah sangat penting bagi calon jamaah yang akan melakukan Ibadah Umroh dan Ibadah Haji, agar para calon Jamaah dapat memahami dengan baik, apa yang akan dilakukan saat melaksanakan Ibadah Haji maupun Ibadah Umroh. Dengan memahami Thawaf Umroh dan Sai ini, maka para calon Jamaah dapat menyelesaikan semua Rukun Umroh danHaji dengan baik, sehingga dapat memudahkan menjadi calon Haji atau calon jamaah Haji dan umroh yang Mabrur… Aamiiin.

baca juga : Perjalanan Umroh 22 Januari 2018

Memahami Ihrom dan Pengetahuan tentang Miqot

 

 

 

Perjalanan Ibadah Umroh 22 Januari 2018

Perjalanan Ibadah Umroh 22 Januari 2018

Umroh Bersama My Parents

Perjalanan Ibadah Umroh 22 Januari 2018. Saat ini, dengan tingginya keinginan umat islam di Indonesia, dan juga umat dari berbagai pelosok dunia, untuk datang ke Baitullah, kita melihat begitu ramainya, umat yang datang untuk melaksanakan Umrah, dimana tidak pernah sepi baik itu siang maupun malam hari, sehingga kesibukan ibadah ini 24 Jam, baik itu di Mekkah maupun di Medinah . Semangat untuk berangkat Umroh juga didorong oleh terbatasnya  kuota masing2 negara untuk dapat melaksanakan ibadah haji, akibatnya daftar antrian untuk mengikuti Ibadah Haji, menjadi semakin lama. Keinginan yang  kuat setiap umat untuk datang ke Tanah Suci untuk melihat dari dekat arah Kiblat yang selama ini diikuti, serta keinginan yang kuat untuk datang ke Baitullah, memenuhi panggilan Allah.

Keberangkatan untuk melaksanakan Umroh ini ada melalui 2 cara, yaitu  Keberangkatan langsung menuju Mekkah dan diteruskan ziarah ke tempat2 bersejarah lainnya di Medinah serta  Keberangkatan melalui ziarah ke  Medinah terlebih dulu, untuk selanjutnya baru melakukan Umroh  menuju mekkah, dan baru kembali ke tanah air masing2. Saat ini juga banyak Travel yang memberikan penawaran untuk melakukan rekreasi ziarah ke beberapa negara terlebih dulu, sebelum melakukan Umrah atau sebaliknya.

Negara yang menjadi Tujuan Ziarah ini misalnya : Mesir, Turki, Yerusalem, dsb.

Adapun yang menjadi syarat syah untuk melaksanakan Umroh adalah sbb :

  1. Baligh
  2. Islam
  3. Memiliki kemampuan, adanya bekal dan kendaraan, serta anggaran
  4. Ada mahram (khusus bagi wanita)
  5. Merdeka

Biasanya kita juga  melihat ada banyak Jemaah yang membawa Bayi dan anak-anak yang belum baligh, maka dalam hal ini, tidak apa-apa , karena pahalanya akan menjadi pahala orang tuanya. Juga sering menjadi pertanyaan bagaimana kalau keberangkatan menunaikan umroh itu atas biaya dari orang lain, maka hal ini juga tidak masalah, justru pahala sedekah dari orang yang memberikan biaya Umroh tersebut sangat besar, dan pahala bagi kita yang dibiayai juga tidak berkurang, karena allah maha tahu dan maha Adil, dengan cara sedekah dari orang lain, rezeki untuk kita berangkat ke Baitullah dapat diberikan sehingga dapat menemui panggila Allah swt.

Sekilas  untuk pengetahuan bagi kita, bahwa yang menjadi Rukun Umroh yang menjadi kewajiban dalam Perjalanan Ibadah Umroh 22 januari 2018 ini sesuai dengan ketentuan Rukun Umroh yang telah ditentukan oleh Rasulullah SAW Yaitu :

  1. Ihram, yaitu kondisi dimana seseorang telah berniat akan melakukan Umroh atau juga Haji, yang dimulai dari tempat miqot, dimana bagi Jamaah Laki-laki menggunakan 2 lembar kain yang tidak berjahit untuk menutup aurat, dan untuk jemaah Putri, cukup menggunakan pakaian serba putih, dan menutup auratnya, kecuali telapak tangan dan wajahnya.  Setelah Jamaah berihram mulai dari Miqot, maka jamaah sudah harus ikut ketentuan dan pelarangan antara lain : Mencabut/mencukur rambut atau bulu badan, memotong kuku dengan sengaja. Dalam kondisi berihram, dilarang memakai wangi-wangian dibadan dan dipakaian, tetapi wangi bekas pemakaian sebelum berihram dibadan tidak masalah. dan selama sedang berihram, dilarang berburu binatang darat, baik itu dengan membunuh maupun mengusirnya, dilarang juga membantu aktifitas berburu tersebut, dalam area tanah suci.
  2. Thawaf, adalah kegiatan Jamaah Umroh dan yang dilakukan oleh Jamaah Haji mengelilingi Kakbah dimulai dari Hajar Aswad, dan diakhiri di Hajar Aswad, sebanyak 7 kali, dengan posisi Kakbah berada di sebelah kiri Jamaah yang melakukan Thawaf.
  3. Sai adalah salah satu Rukun Haji dan Umroh, dimana merupakan suatu ibadah yang mengikuti, napak tilas, Istri Nabi Ibrahim, yaitu Siti Hajar, yang mencari air yang akan diminum putranya Ismail, karena menagis kehausan, disaat mereka ditinggal oleh Nabi Ibrahim, dengan berlari-lari kecil dari Bukit Safa ke Bukit Marwa, sebanyak 7 kali, dan diakhiri di Bukit Marwa. Dan sekedar pengetahuan kita , bahwa jarak antara Bukit Safa dan Marwa, adalah 405 meter, jadi dengan perjalanan 7 putaran ini, maka jarak yang kita tempuh saat Sai ini adalah 2.835 meter.
  4. Tahalul, yang merupakan penutup dari rangkaian kegiatan Umroh, dimana diwajibkan memotong rambut saat selesai Sai di bukit Marwa. Menurut bahasa Tahallul artinya menjadi boleh’ atau ‘diperbolehkan’. Sehingga dengan demikian Tahallul ialah dibolehkannya atau dibebaskannya seseorang jamaah dari larangan atau pantangan ketika masih dalam keadaan berihram, seperti  larangan dan pantangan yang dijelaskan diatas. Pembebasan tersebut ditandai dengan Tahallul yaitu dengan mencukur atau memotong rambut sedikitnya 3 helai rambut. Dengan selesainya melakukan Tahallul, maka selesailah melaksanakan Rukun Umroh, dan apabila ada larangan yang dikerjakan dan rukun yang tidak disempurnakan, maka diwajibkan membayar Dam, atau Denda yang sudah ditentukan.

Yang menjadi pembeda ibadah umroh dan Ibadah haji adalah tidak dilakukannya kegiatan melempar Jumroh pada rukun Umroh.

Demikianlah Catatan penting, Perjalanan Ibadah Umroh 22 Januari 2018, beserta pembelajaran dan pengetahuan yang dapat kita ambil, dan kita ketahui, bila akan melakukan ibadah Umroh atau Ibadah haji.

Perjalanan Ibadah Umroh 22 Januari 2018
Foto: Di Halaman Mesjid Nabawi

Suatu Kegembiraan tersendiri, ditahun ini bisa melakukan  Perjalanan Ibadah Umroh 22 Januari 2018 bersama orang tua

 

Call Now Button
error: Content is protected !!