Tanam Air Untuk Masa Depan Lingkungan

Tanam Air Untuk Masa Depan Lingkungan

Tanam Air Untuk Masa Depan Lingkungan

Tanam Air Untuk Masa Depan Lingkungan, awalnya judul tulisan ini bagi pembaca  akan sangat membingungkan, karena biasanya kita mendengar menanam Pohon, menanam tanaman. Tanam Air adalah usaha untuk membuat tempat atau saluran  mengembalikan air hujan dari sekitar rumah  ke dalam tanah, agar menjadi air resapan, yang dapat mengalir kembali melalui alur air didalam tanah, sehingga lingkungan tetap seimbang, dimana Air akan selalu mengaliri mata air mata air yang ada. Program Tanam Air ini,  dapat kita ambil contoh sebuah keberhasilan bagaimana mengelola Air hujan menjadi air resapan, yang dialirkan ke dalam sumur resapan, yang dimiliki setiap rumah, dan tanpa genangan, sehinggan  juga tidak menimbulkan masalah baru berkaitan dengan bintik nyamuk. Awalya setiap tahun terjadi penurunan permukaan air galian, dan banyak warga harus menambah kedalaman sumur setiap musim kering, karena air semakin susah.

Tanam Air Untuk Masa Depan Lingkungan,  tulisan ini terinpsirasi saat menonton program TVRI, Indonesia Membangun, Minggu, 11 Maret 2018, Keberhasilan Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Desa Patemon, awalnya merupakan desa dengan krisis Air, sekitar tahun 2012 – 2013. Dimana terjadinya kekeringan parah, air sehari-hari sulit,  apalagi air untuk ternak, setiap hari, warga menunggu air bantuan Pemerintah, yang juga tidak mencukupi.

Tanam Air Untuk Masa Depan Lingkungan

Pada Awalnya program Tanam Air, menjadi hal yang tidak mudah diterima oleh masyarakat, dan menganggap sesuatu perkerjaan yang sia-sia, namun akhirnya, semua warga dapat memahami, manfaat dari Tanam Air ini. Keberhasilan dari Desa Patemon ini bermula dari Usaha yang dilakukan oleh Bp Joko Waluyo, mantan Kepala Desa Bersama warganya, untuk melakukan gerakan bagaimana melestarikan Air, dengan cara mengembalikan  Air ke Tanah, karena Air makin sulit, sumur mulai dangkal, mata air – mata air di desa mulai mengecil dan bahkan ada yang mengering.

Tanam Air, adalah membuat resapan air, dengan cara mengalirkan air hujan dari sekitar rumah, menuju sumur resapan yang dibuat dengan ukuran 2 x 2 x 2 meter, atau setara dengan daya tamping 8 m3, air hujan, pada saat musim hujan. Resapan air ini bisa saja dalam bentuk Biopori seperti yang sudah sering kita dengan, namun volume air yang kita kembalikan ke tanah jauh lebih besar dengan tanam Air menggunakan Sumur Resapan ini, intinya adalah bagaimana kita dapat menampung air hujan tersebut, agar tidak langsung kembali ke selokan, atau ke daerah lain, tanpa ada penyerapan oleh bumi terlebih dulu.

Air Tanam ini diyakini, kembali ke dalam tanah, dan mengikuti alur air yang ada di dalam perut bumi, dan hal yang menarik, awalnya Desa Patemon yang tiap tahun mengalami masa kekeringan, dengan adanya Tanam Air, diawali dengan rumput tumbuh subur, Pohon Rambutan, durian, dan mangga tumbuh subur saat  kemarau, menurut Tokoh setempat. Dan 3 – 4 tahun berlalu, saat ini Desa Patemon sudah tidak lagi masuk daerah yang kekurangan air.

Pembuatan Air Tanam di setiap rumah membutuhkan kesadaran warga, yang dimulai dengan sosialisasi yang terus menerus dan berkesinambungan dan kampanye dari satu keluarga ke keluarga lainnya, dan Pemerintah Desa maupun Cendekiawan di desa nya untuk juga berusaha  mencari kesempatan dan peluang agar program ini dapat disosialisasikan dari dan dengan  bantuan pihak Pemda maupun Pihak Swasta yang mau dan memang punya perhatian terhadap lingkungan, namun demikian Program Tanam Air akan berhasil, jika dimulai terlebih dahulu oleh masing2 warganya secara sadar, dan gotong royong.

Tanam Air untuk masa depan Lingkungan, akan memberikan masa depan yang menjanjikan bagi penduduk Desa, karena kehidupan bermula dari Air. Bila daerah tersebut berada di Kemiringan, seperti Desa di Salatiga ini, maka Air Hujan yang menjadi Air Resapan ini, akan mengalir dalam perut bumi dari daerah yang lebih tinggi ke daerah dibawahnya, oleh karena itu Program Tanam Air, sebaiknya menjadi program Desa, dan dimulai dari daerah yang lebih tinggi hingga daerah dibawahnya. Peran Desa dan Perangkatnya  sangat diperlukan, dengan memasukkannya dalam Program Desa, dengan didukung dikeluarkannya PERDES yang mengatur Tata kelola Air di Desa dalam Jangka Panjang.

 

Tanam Air Untuk Masa Depan Lingkungan ini, membutuhkan tenaga dan tentu biaya, sementara kemampuan warga Desa, tidaklah sama, untuk dibutuhkan semangat kegotong royongan, dan peran pihak2 Swasta yang memang mempunyai kepedulian terhadap Lingkungan, melalui program Corporat Social Responsibility (CSR) yang dimilikinya. Dan juga bisa menggandeng Perguruan Tinggi untuk menjadikan ini program utamanya dalam melakukan Kegiatan perkuliahan KKN (Kuliah Kerja Nyata), yang dimulai dari Kampanye pentingnya Program Tanam Air, Kampanye Manfaat dan tumbuhnya kesadaran  warga akan pentingnya Tanam air untuk mengembalikan air ke tanah, dan tindakan nyata menggalang semangat Gotong Royong untuk suksesnya Program Tanam Air

Setiap Sumur Resapan, membutuhkan ukuran lebih kurang 2 x 2 x 2 meter, yang akan menjadi penampungan aira Hujan dari rumah warga pada saat musim hujan. Air Hujan yang turun dialiri ke dalam sumur Reasapan yang sudah dibuat, dan mampu menampung air 8 kubik untuk setiap sumur resapan tanam Air ini. Air hujan biasanya melimpah, dan terus mengalir ke saluran air atau Got, dan mengalir langsung ke Bandar, Batang Air atau sungai kecil, atau langsung ke sungai besar, tanpa ada yang kembali mengisi berkurangnya air tanah yang dimiliki masing2 warga karena rutinitas pemakaian, dengan kata lain sedikit sekali air hujan yang dapat dimanfaatkan kembali untuk menjadi cadangan air warga, sehingga sering kita mendengar warga kekurangan air meski sudah ada musim hujan, karena air hujan tersebut tidak sempat mengisi cadangan air yang berasal dari resapan air Hujan. Apalagi dampak dari pembangunan yang mengurangi permukaaan tanah yang dapat menyerap air Hujan ini, seperti pengecoran jalan dan halaman rumah atau sekolahan, dan perkantoran, dengan Semen Cor.

Tanam Air Untuk Masa Depan Lingkungan adalah Program yang berhasil nyata untuk itu Program ini perlu kita Copy Paste kan untuk daerh2 kita yang memang sudah mengalami apa yang sudah dialami oleh Desa Patemon , kabupaten Salatiga, Jawa tengah,  jauh sebelum 3 – 4 tahun yang lalu.

baca juga : https://hasmaidi.com/komunitas-bisnisonline

Untuk Informasi tentang Komunitas Belajar Bisnis Online bisa hubungi 081316625810 (Medy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!